Analisis Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Energi Alternatif Pada Batterai
DOI:
https://doi.org/10.32497/eksergi.v13i2.911Abstract
Energi listrik dapat disimpan dalam baterai maupun akki. Limbah baterai sangat membahayakan lingkungan, untuk itu perlu adanya penanganan khusus yaitu dengan memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai pengganti karbon pada batu baterai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis limbah kulit pisang tanpa penambahan asam cuka maupun dengan penambahan asam cuka (CH3COOH) sebagai bahan pengganti pasta pada batterai yang sudah tidak dapat digunakan. Metoda yang digunakan adalah dengan uji coba berbagai jenis limbah kulit pisang untuk mendapatkan elektrolit yang paling tinggi. Hasil yang diperoleh bahwa limbah kulit pisang raja nangka mempunyai kandungan elektrolit paling tinggi diantara kulit pisang yang di uji coba. Penambahan asam cuka pada limbah kulit pisang raja nangka (5 gr kulit pisang + 90 % asam cuka), menghasilkan tegangan 1,525 Volt dengan dibebani lampu LED dan bertahan 984 jam
kata Kunci: Baterai, kulid pisang, asam cuka
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).