METODE PENURUNAN TAHANAN PEMBUMIAN PADA ELEKTRODA PLAT DENGAN SOIL TREATMENT GARAM
DOI:
https://doi.org/10.32497/eksergi.v12i3.619Abstract
Permasalahan yang timbul dalam sistem pembumian adalah keadaan tanah berbeda-beda dapat menyebabkan nilai tahanan pembumian yang berbeda pula. Tujuan sistem pembumian adalah untuk menurunkan nilai tahanan pembumian dengan menambahkan garam dapur pada tanah. Metode yang digunakan adalah metode tiga titik. Elektroda plat tembaga yang digunakan memiliki panjang 20 cm, lebar 18 cm, dan tebal 0,8 mm. Variasi yang dilakukan yaitu soil treatment di atas elektroda, dibawah elektroda, serta diatas dan dibawah elektroda. Berat garam dapur yang digunakan adalah 2 kg. Penelitian dilakukan selama 7 hari tiap variasi posisi. Masing ”“ masing variasi posisi, memberikan pengaruh penurunan nilai tahanan pembumian. Posisi soil treatment di atas elektroda plat tembaga mengalami penurunan tahanan pentanahan sebesar 90,77 % menjadi 25,18 Ω. Posisi soil treatment di bawah elektroda plat tembaga mengalami penurunan nilai tahanan pembumian 85,26 % menjadi 32,86 Ω. Posisi soil treatment di atas dan dibawah elektroda plat tembaga mengalami penurunan nilai tahanan pembumian sebesar 92,20 % menjadi 23,7 Ω.
Kata Kunci : Penurunan tahanan pembumian, soil treatment
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).