PENGARUH TEKANAN MASUK TERHADAP NILAI TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA OVERFLOW HYDROCYCLONE MENGGUNAKAN METODE KOMPUTASI DINAMIKA FLUIDA (CFD) PADA PT PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN TANJUNG JATI B UNIT 3 DAN 4

Authors

  • Fuad Ardiansyah Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang
  • - Mulyono Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang
  • - Margana Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.32497/eksergi.v10i1.236

Abstract

Limbah cair batubara pada   Waste Water Treatment Plant   (WWTP) PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B unit 3 dan 4 mengandung kadar TSS sebesar 234 mg/l, harga   ini tidak memenuhi batas aman yang diizinkan Kementrian Lingkungan Hidup sebesar < 100 mg/l. Tingginya kadar TSS   tersebut menyebabkan kerja dari sistem   WWTP   menjadi berat yang mengakibatkan pemborosan. Dari permasalahan tersebut muncul gagasan baru dengan menggunakan   hydrocyclone, sebuah alat pemisah partikel dalam fluida dengan prinsip gaya   sentrifugal, yang diharapkan dapat mengurangi kadar   TSS hingga < 100 mg/l. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, dapat dilakukan permodelan   hydrocyclone menggunakan metode   Computational Fluid Dynamic   (CFD).   CFD   adalah metode penghitungan, memprediksi, dan pendekatan aliran fluida secara numerik dengan bantuan komputer. Dalam permodelan, dilakukan pengujian dengan mengkomparasi tekanan masuk hydrocyclone sebesar 41368,54 Pa; 68947,57 Pa; 103421,4 Pa; 247111,2 Pa dan 274568 Pa dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi   hydrocyclone terbaik dalam pengurangan kadar TSS. Dari permodelan tersebut diperoleh hasil efisiensi terbaik   adalah 96,56 % pada tekanan 274568 Pa, sedangkan efisiensi terendah adalah 94,32 % pada tekanan 41368,54 Pa. Dengan nilai efisiensi terendah hydrocyclone mampu memisahkan kadar TSS 1757,4692 mg/l menjadi 100 mg/l, sehingga hydrocyclone sangat efektif dalam mengurangi kadar TSS pada WWTP PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4.

Downloads

Published

2016-05-16