Evaluasi Kebutuhan Udara Ventilasi Untuk Kamar Mesin Karena Penggantian Rpm Motor Penggerak Axial Fanpada Kapal Perintis 2000GT Berpenggerak Mesin Induk (Main Engine) 2 x 1400HP

Ratna Dwi Kurniawan

Abstract


Sistem ventilasi udara untuk kamar mesin (engine room) memegang peranan sangat pentinng sekali, sebagai suplai udara pembakaran mesin dan mendinginkan udara di ruang kamar mesin. Jika suplai bahan bakar kekurangan udara/oksigen (O2) berpengaruh pada power yang dihasilkan, sehingga effisiensi turun. Latar belakang penulisan karena adanya penggantian putaranmotor fan/blower penyuplai udara ventilasi untuk main engine, sehingga perlu di lakukan perhitungan ulang untuk mendapatkan kebutuhan udara yang sesuai dengan kebutuhan. Metode ASHRAE dan ISO 8861 telah digunakan peneliti lain pada kapal sejenis di lain galangan. Sebagai bahan pembanding, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan user guide dari marine engineering department yang lebih sederhana.Dari hasil evaluasi diketahuikebutuhan untuk udara pembakaran main engine 5259,39 m3/h paling kecil diantara metode lain, tetapi total kapassitas udara untuk pembakaran main engine dan difusi panas, berada diantara metode ASHARE dan ISO 8861, yaitu sebesar 23.053,37cfm sedang kapasitas fan yang tepasang 30000cfm,


Keywords


ventilasi; engine room; axil fan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.32497/eksergi.v15i1.1461

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.