KERJA PARALEL TRANSFORMATOR DAYA

Hery Setijasa, Triyono Triyono, Amir Subagyo, Haris Santosa

Abstract


Transformator adalah alat listrik yang dapat memindahkan energi listrik dan mengubah tegangan listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik lain melalui gandengan elektromagnet. Tansformator daya digunakan untuk memikul beban listrik dengan arus relatif besar.. Paralel transformator perlu dilakukan guna mendapatkan kapasitas  suplai daya yang lebih besar sehingga tidak terjadi kelebihan beban (over load) yang dapat mengakibatkan pemadaman yang tidak dikehendaki. Beberapa syarat untuk bekerja paralel dua atau lebih transformator perlu diperhatikan yaitu antara lain faktor perbandingan belitan, polaritas kutub belitan, impedansi belitan,  konfigurasi hubungan belitan primer dan sekunder, serta jam vektor tegangan primer dan sekunder.. Tidak dipenuhinya syarat tersebut akan berakibat terjadi kegagalan untuk bekerja paralel. Faktor perbandingan belitan harus sama meskipun tegangan primer dan sekunder dari tiap transformator berbeda. Faktor perbandingan belitan diketahui dari perbandingan tegangan primer dan sekunder. Impedansi harus sama meskipun kapasitas daya transformator berbeda. Polaritas kutub belitan harus benar agar tranformator tidak menjadi beban. Polaritas kutub belitan dapat diketahui dari hasil pengujian polaritas. Konfigurasi hubungan belitan primer dan sekunder dari transformator tiga fasa harus benar dan jam vektor tegangan harus sama agar tidak ada beda fasa. Konfigurasi hubungan belitan antara lain adalah Yy, Yd, Dd, Dy. Beda fasa vektor tegangan antara sisi primer dan sekunder yaitu tiap jam sebesar 30° yang dinyatakan berturut-turut dari  jam 1 hingga jam 12.

A transformer is an electrical device that can transfer electrical energy and change electric voltage from one electrical circuit to another by means of an electromagnet coupling. Power transformers are used to carry electrical loads with relatively large currents. Parallel transformers need to be carried out in order to obtain a larger power supply capacity so that there is no overload (overload) which can result in unwanted blackouts. Several conditions for parallel work of two or more transformers need to be considered, namely among others the winding ratio factor, the polarity of the winding poles, the impedance of the winding, the configuration of the primary and secondary winding relationships, as well as the primary and secondary voltage vector clocks. Failure to comply with these conditions will result in failure to work parallel. The turns ratio factor must be the same even though the primary and secondary voltages of each transformer are different. The turns ratio factor is known from the comparison of the primary and secondary voltages. The impedance must be the same even if the power capacity of the transformer is different. The polarity of the winding poles must be correct so that the transformer does not become a load. The polarity of the winding poles can be known from the polarity test results. The configuration of the primary and secondary winding connections of a three-phase transformer must be correct and the clock voltage vector must be the same so that there is no phase difference. The winding connection configurations include Yy, Yd, Dd, Dy. The phase difference of the voltage vector between the primary and secondary sides, namely every hour, is 30° which is expressed successively from 1 to 12 hours.


Keywords


Parallel; Transformer; Vector; Polarity

Full Text:

PDF

References


Gunawan, Diki Candra dan Jamaluddin, 2020, “Transformator Listrik”, Sidoarjo: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Husodo, B. Y dan Firmansyah, 2016, “Analisis vektor group pada hubungan paralel transformator unit gardu bergerak”, vol. 7 no. 3 September 2016

Sadi, S dan Arif M, 2014, “Pengukuran perbandingan belitan pada transformator 3 phasa 50 hz 250 kVA” , Jurnal Teknik, vol. 3 no. 2 Desember 2014

Alamsyah, A. A dan Suardi l, 2018, “Perancangan transformator 3 phasa dengan menggunakan transformator 1 phasa”, Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar pembacaan-vektor-group-jam trafo.html, diakases pada 28 Juli 2022

https://123dok.com/article/polaritas-transformator-tiga-fasa-vector-group.yr0v07vy, diakses pada 28 Juli 2022

https://dokumen.tips/documents/paralel-trafo-tiga-fasa.html?page=4, diakses pada 28 Juli 2022

Putranto, Hari, 2015, “Percobaa parallel trafo”, Makasar Universitas Negeri

https://direktorilistrik.blogspot.com/2012/10 /syarat-memparalel-transformator-trafo.html, diakases pada 26 Juli 2022

Andriansyah, R. dkk, 2019, “Analisis operasi paralel transformator unit gardu bergerak beda jam trafo di unit pelaksana pelayanan pelanggan semarang”, Semarang: Universitas Islam Sultan Agung

https://www.sandielektronik.com/2015/07/trafo-paralel-dan-trafo-seri.html, diakses pada 26 Juli 2022

Sudarmantoro, N. dkk, 2015, “Evaluasi hubungan parallel transformator Fakultas Teknik Universitas Riau pada kondisi beban normal dan beban puncak”, Jom F. Teknik volume 2 no. 1 Februari 2015

Zuhal ,1995, “Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya, Edisi ke- 5, Penerbit Gramedia, Jakarta.

Sugijono, 2000, Paralel Transformator Satu Fasa, Semarang: Politeknik Negeri Semarang

https://www.sandielektronik.com/2015/07/trafo-paralel-dan-trafo-seri.html, diakses pada 29 Juli 2022

http://repository.unissula.ac.id/17917/4/Lam piran.pdf, diakses pada 29 Juli 22




DOI: http://dx.doi.org/10.32497/orbith.v19i1.4402

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. View My Stats