RANCANG BANGUN APLIKASI SENSOR OPTOELEKTRIK SEBAGAI PENGONTROL LAMPU TANPA SENTUHAN
DOI:
https://doi.org/10.32497/orbith.v19i1.4398Keywords:
optoelectric sensor, Arduino, switch, driver, touchlessAbstract
Saklar adalah salah satu dari perangkat elektrik yang mempunyai fungsi sebagai pengontrol tegangan listrik ke beban yang biasanya berupa lampu listrik Ada banyak jenis saklar yang digunakan dalam rangkaian instalasi tenaga listrik maupun cahaya. Pada rumah tangga, perkantoran, hotel, sekolah, kampus, mall, industri dan bangunan lainnya, saklar digunakan untuk mengontrol nyala dan matinya lampu.
Dengan menggunakan saklar elektronik jenis sentuhan (touch switch), untuk menyalakan dan mematikan lampu, cukup dilakukan dengan menyentuh permukaan saklar yang tidak menggunakan knob. Jenis saklar jarak jauh (wire less) untuk menyalakan dan mematikan lampu dilakukan dengan menekan tombol “ON” atau “OFF” pada remote transmiternya. Pengontrolan nyala lampu jarak jauh yang menggunakan aplikasi android via Bluetooth atau wifi, untuk menyalakan dan mematikan lampu dilakukan dengan cara menyentuh gambar aplikasi pada layar smartphone.
Saklar elektronik yang dirancang pada penelitian ini adalah dengan memanfaatkan sensor optoelektrik yang diaplikasikan untuk mengganti saklar manual. Sifat dari sensor optoelektrik adalah memberikan respon dalam bentuk data berlogika level rendah (Low level) jika pada bidang depan sensor ada gerakan usapan tangan. Nilai data 0 atau 1 ini menjadi input Solid State Relai (SSR) yang berfungsi sebagai driver lampu, jika data 0 lampu mati, sebaliknya jika data 1 lampu menyala. Untuk membuat data out-put digital menjadi 0 atau 1, dilakukan dengan cara mengibas tangan bagian depan sensor optoelektrik, jadi tidak dilakukan dengan cara menyentuhnya.
The switch is one of the electrical devices that has a function as a controller of the electric voltage to the load, which is usually an electric lamp. In households, offices, hotels, schools, campuses, malls, industries, and other buildings, the switch is used to control the on and off lights.
By using a touch-type electronic switch to turn the lights on and off, it is enough to touch the surface of the switch, which does not use a knob. The type of remote switch (wireless) to turn the lights on and off is activated by pressing the "ON" or "OFF" button on the remote transmitter. Remote light control via Bluetooth or wifi is accomplished by touching the application image on the smartphone screen to turn the lights on and off.
The electronic switch designed in this study utilizes an optoelectric sensor, which is applied to replace the manual switch. The nature of the optoelectric sensor is to provide a response in the form of low-level logic data if there is a hand swipe movement on the front of the sensor. This data value of 0 or 1 becomes the Solid State Relay (SSR) input, which functions as a lamp driver if data 0 turns the lights off, or otherwise if data 1 turns the lights on. To make the digital output data 0 or 1, it is done by waving, like waving the front of the optoelectric sensor, so it is not done by touching it.
References
Budi Novianto. 2016. Rancang Bangun Kendali dan Monitoring Lampu dengan Teknologi Short Message Service (SMS), Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Narotama, Surabaya.
Wika Janatul Uyun. 2017. Rancang Bangun Saklar Lampu dengan Perintah Suara Via Aplikasi Android Voicetooth Berbasis Arduino Uno. Jurusan Teknik Elektro Universitas Islam Malang.
Andri Susanto dkk. 2018. Rancang bangun Aplikasi Android Untuk Kontrol Lampu Gedung Menggunakan Media Bluetooth berbasis Arduino Uno. Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Muhamadiyah Tangerang.
Chyusa Rizky Afryzar. 2018. Pengontrol Lampu Jalan Otomatis Berbasis Android dan Bluetooth. Prodi Teknik Informatika, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Muhammad Maknur dkk. 2018. Sistem Kendali Jarak Jauh Berbasis Web. Jurnal Cendekia.Volume:16
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).