IDENTIFIKASI PENYAKIT LEUKIMIA AKUT PADA CITRA DARAH MIKROSKOPIS
DOI:
https://doi.org/10.32497/orbith.v12i1.312Abstract
Terdapat berbagai jenis leukemia, diantaranya adalah penyakit leukemia limphoblastik akut (ALL: Acute Lymphoblastic Leukemia) yang merupakan jenis leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak. Identifikasi sejak dini gejala ALL pada pasien dapat meningkatkan kemungkinan penyembuhan penyakit jenis ini. Penyakit leukemia dapat diidentifikasi secara otomatis melalui tes tertentu seperti cytogenetics and immunophenotyping dan klasifikasi sel secara morfologis oleh seorang operator yang berpengalaman dengan mengamati citra darah mikroskopis. Cara tersebut mempunyai akurasi yang sangat baik namun kekurangannya terletak pada prosesnya yang lambat dan akurasinya menjadi tidak terstandarisasi karena sangat tergantung pada tingkat keahlian/pengalaman operator dan juga tingkat kelelahan.Pada penelitian ini dilakukan identifikasi penyakit leukemia akut (ALL) menggunakan cara-cara pengolahan citra digital dan classifier kNN. Classifier kNN membedakan sel darah putih normal dan abnormal (ALL) berdasarkan tiga ciri yaitu ciri rerata, varians, dan standar deviasi yang diekstrak dari hasil segmentasi sel darah putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja classifier kNN mencapai maksimum hingga 94% menggunakan konstanta k = 5.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).