MODEL BIMBINGAN KELOMPOK BERBASIS BUDAYA KERJA INDUSTRI UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIR SISWA
DOI:
https://doi.org/10.32497/orbith.v17i2.2964Keywords:
kematangan karir, budaya kerja industriAbstract
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan kelompok dan tingkat kematangan karir siswa, (2) menemukan model bimbingan kelompok berbasis budaya kerja industri untuk meningkatkan kematangan karir siswa, dan (3) menguji keefektifan model bimbingan kelompok berbasis budaya kerja industri untuk meningkatkan kematangan karir siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan pendidikan (educational reseacrh and developmental). Metode ini biasa digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kebermanfaatannya. Populasi penelitian ini adalah 84 orang siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Tonjong. Hasil pengujian awal terhadap populasi menunjukkan bahwa sebanyak 10% siswa berada pada kategori kematangan karir tinggi, 20% berada pada kategori sedang, dan 70% berada pada kategori rendah. Berdasarkan data awal tersebut kemudian 10 orang siswa dijadikan sebagai sampel dan diberikan perlakuan tertentu. Perlakuan terhadap sampel diberikan dalam bentuk layanan bimbingan kelompok berbasis budaya kerja industri. Setelah diberikan perlakuan dengan model tersebut, hasil perbandingan skor pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan kematangan karir siswa yang signifikan sebesar 20%. Hasil uji statistic Wilcoxon menunjukkan hasil nilai Asymp. Sig. (2-tailed) / asymptotic significance untuk uji dua sisi adalah 0,005. Oleh karena itu kasus dalam penelitian ini adalah uji satu sisi, maka propabilitas menjadi 0,025. Maka propabilitas di bawah 0,05 (0,0025<0,05), dapat diartikan bahwa bimbingan kelompok berbasis budaya kerja industri tersebut efektif dalam meningkatkan kematangan karir siswa.
Kata Kunci : kematangan karir, budaya kerja industri
References
Badan Pusat Statistik, 2016. Berita Resmi Statistik.https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/12/07/tertinggi-pengangguran-per-agustus-2016-dari-smk.
Eddy, Wibowo Mungin. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: Unnes Press.
Effendy P. Sjahril. 2010. Budaya organisasi budaya perusahaan budaya kerja. Medan: USU Press,. http://ebookbrowse.com/budaya-organisasi-budaya-perusahaan-budaya-kerja-final-pdf-bab-1-pdf-d77491456.
Samsudi, 2009. Disain Penelitian Pendidikan. Semarang: UNNES Press.
Sunyoto, Ashar M, 2008. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : UI Press.
Supriadi, Dedi. 2002. Sejarah Pendidikan Teknologi dan Kejuruan di Indonesia. Jakarta: Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan.
Tohirin, 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah Berbasis Integrasi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Triguno, 2004. Budaya Kerja. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk meningkatkan produktivitas kerja. Golden Trayon Press, Jakarta.
Winkel, W.S. dan MM. Sri Hastuti 2006. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
Winkel, W.S. 2004. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT. Gramedia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).