MENEJEMEN SUMBER DAYA AIR DALAM KONSEP IWRM DALAM PENANGANAN RESIKO BANJIR DAN KEKERINGAN

Pranu Arisanto, Wahyu Prasetyo

Abstract


Pengelolaan sumberdaya air yang terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir memiliki andil yang besar dalam penangan resiko kebencanaan seperti banjir dan kekeringan. Pemanfaatan air dan tataguna lahan dihulu sungai sangat rentan mempengaruhi kondisi aliran sungai. Pengelolaan lahan dan air di Kawasan hulu memiliki potensi yang besar, selain kesuburan tanah, kondisi suhu dan kelembaban udara sangat cocok untuk budidaya sayuran dan tanaman semusim. Perubahan tataguna lahan tersebut menjadikan tingginya aliran permukaan. Kondisi tersebut berakibat pada tingginya debit sungai pada masa penghujan dan baseflow sungai menjadi semakin mengecil pada musim kemarau. Selain itu, imbuhan air hujan kedalam tanah menjadi semakin kecil dan mengurangi cadangan air sehingga resiko kekeringan tidak dapat dihindari. Dengan pengelolaan sumber daya air yang melibatkan unsur penerima manfaat dan unsur daerah penyangga diharapkan dapat mengurangi resiko kebencanaan sekaligus dapat memberikan manfaat bagi seluruh pengguna kepentingan. Dalam konsep IWRM (integrated water resources management), pengelolaan sumberdaya air menyeluruh dari hulu sampai dengan hilir tanpa dibatasi oleh batas-batas administrasi dan kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Konsep ini dapat menjembatani kebutuhan daerah hulu sungai terkait pemanfaatan air dan lahan, sekaligus daerah hilir sungai yang merasakan dampak dari berbagai perubahan tersebut.

Kata kunci: IWRM, Banjir, Kekeringan


Keywords


IWRM; Banjir; Kekeringan

Full Text:

PDF

References


Anshori, I. (2017). Membumikan Konsep IWRM di Indonesia. Jakarta: PT. Mediatama Saptakarya.

BBWSPJ. (2010). Pola Pengelolaan Air Wilayah Sungai Jratunseluna. Semarang: BBWS Pemali Juana.

BBWSPJ. (2017). Laporan TKPSDA. Semarang: BBWS Pemali Juana.

BBWSPJ. (2018). Laporan Alokasi Air. Semarang: BBWS Pemali Juana.

Indarto. (2018). Hidrologi Metode Analisis dan Tool untuk Interpretasi Hidrograf Aliran Sungi. Jakarta: Bumi Aksara.

Isnugroho. (2014). Kajian Berbagai Tipe Pengelolaan Wilayah Sungai Di Asia Sebagai Acuan Dalam Penentuan Sistem Pengelolaan Sumber Daya Air. Jakarta: Jurnal Sumber Daya Air, Vol. 10 No. 1, Mei 2014: 29-42.

Limantara, Lily Montarsih. (2010). Hidrologi Praktis. Bandung: CV. Lubuk Agung.

Litbang SDA. (2006). Tingkat keamanan bendungan di Jawa Vol.II Jawa Tengah. Bandung.

Prastumi, M. A. (2011). Bangunan Air. Malang: Bargie media.

Rakyat, K. P. (2015). Bendungan. Bendungan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Rakyat, K. P. (2017). Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Tingkat Wilayah Sungai. Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Tingkat Wilayah Sungai. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Sastrodiharjo, S. (2017). Upaya mengatasi masalah banjir secara menyeluruh. Jakarta: Yayasan Penerbit Pekerjaan Umum PT. Mediatama Saptakarya.




DOI: http://dx.doi.org/10.32497/orbith.v16i1.2069

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. View My Stats