PEMODELAN PENINGKATAN KADAR AIR AKIBAT INFILTRASI DITINJAU DARI PARAMETER KEKUATAN TANAH

Authors

  • Nor Puji Lestari Politeknik Negeri Semarang
  • Anung Suwarno Politeknik Negeri Semarang
  • Tedjo Mulyono Politeknik Negeri Semarang
  • Sudarmono Sudarmono Politeknik Negeri Semarang
  • Fikri Praharseno Politeknik Negeri Semarang
  • Teguh Mulyo Wicaksono Politeknik Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.32497/bangunrekaprima.v9i1.4654

Keywords:

Derajat kejenuhan, tegangan geser, penjenuhan, triaksial

Abstract

Tanah merupakan salah satu aspek penting dalam konstruksi yang memerlukan perhatian saat perencanaan yang berhubungan dengan daya dukung pondasi, stabilitas lereng, tekanan tanah lateral serta bangunan sipil lainya. Sehingga banyak kejadian kegagalan struktur geoteknik terjadi saat kondisi tanah paling kritis. Oleh sebab itu, penelitian ini dirancang untuk mempelajari bagaimana pengaruh variasi kadar air terhadap kekuatan tanah pada kondisi normal dan jenuh sempurna. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental di Laboratorium Mekanika Tanah Politeknik Negeri Semarang. Peningkatan variasi nilai infiltrasi dilakukan dengan cara merendam sampel tanah dalam cawan. Setelah dilakukan pemeraman, kemudian sampel tanah diuji triaksial UU. Penelitian menunjukkan bahwa pada awal penjenuhan penyerapan air maksimum akan tercapai (19,6%) dan akan berkurang sebanding dengan lama penjenuhan. Nilai kadar air bertambah mendekati nilai 100% saat penjenuhan berlangsung selama 10 hari. Parameter kuat geser tanah (kohesi) akibat penjenuhan sebesar 0,39 kg/cm2; 0,28 kg/cm2 dan 0,35 kg/cm2. Sedangkan semakin jenuh tanah maka nilai sudut gesek dalam tanah juga menurun mendekati nilai nol, yaitu 11,80o; 12,17o dan 2,76o. Bertambahnya nilai kadar air pada tanah mengakibatkan menurunnya nilai kohesi dan sudut gesek dalam pada tanah. Semakin jenuh tanah (semakin lama penjenuhan) maka sudut gesek dalam tanah mendekati nol dan kohesi tanah lebih kecil dibanding kondisi tanah asli. Sehingga semakin jenuh tanah maka nilai daya dukung tanah tersebut semakin kecil.

Author Biographies

Nor Puji Lestari, Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Anung Suwarno, Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Tedjo Mulyono, Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Sudarmono Sudarmono, Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Fikri Praharseno, Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Teguh Mulyo Wicaksono, Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

References

Agustina, D.H., & Elfrida. 2019. Pengaruh Perubahan Kadar Air Terhadap Kekuatan Geser Tanah Lempung. Sigma Teknika, Vol.2,No.1, 115-122. Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. 1987. Applied Hydrology. Singapura: McGraw-Hill. Hakim, R. N., Santoso, E., & Prihatino, G. J. 2020. Studi Pengaruh Kadar Air Terhadap Kuat Geser Tanah Pada Area Bekas Tambang Di Kota Banjarbaru. Jurnal GEOSAPTA Vol. 6 No.1, 19-21.

Downloads

Published

2024-08-27

Issue

Section

Articles