STUDI DISTRIBUSI BEBAN MERATA LAJUR PADA TANAH LUNAK JENUH

Vemi Widoanindyawati, Bambang Widodo, Teguh Mulyo Wicaksono, Fikri Praharseno

Abstract


Lapisan tanah yang dibebani akan mengalami penurunan (settlement). Beban yang diberikan akan didistribusikan ke dalam lapisan tanah di bawahnya dengan pola penyebaran tergantung bentuk penampang beban dan jenis tanah. Dalam praktik sering dijumpai menghitung distribusi beban dengan pola penyebaran 1V : 1H yang membentuk sudut penyebaran 45o atau dengan distribusi 2V : 1H. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi tegangan pada tanah lunak jenuh akibat beban merata lajur. Metode penelitian ini dilakukan dengan membuat model uji berupa kotak yang diisi tanah lempung lunak. Tanah yang berada dalam kotak pengujian dijaga kejenuhannya dengan memberikan air secara berkelanjutan. Tanah di bawah luasan pondasi sedalam dua kali lebar pondasi (2B) dibuat berwarna. Pondasi dengan ukuran 10 cm x 50 cm dibuat dengan rangkaian pralon diameter 16 mm (5/8”), kemudian disusun tiga lapis. Pembebanan pondasi diberikan secara bertahap yaitu 23,22; 64,04; 89,60; 118,78; 134,78 kilogram, dan dilakukan pencatatan beban dan penurunan yang terjadi. Ketika dibebani maka tanah yang berwana di bawah pondasi akan memendek dan melebar sesuai dengan beban yang didistribusikan. Tanah dipotong untuk mengetahui bentuk distribusi bebannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi beban dengan pondasi persegi lajur adalah 2,25 Vertikal : 1 Horizontal (2,25 V : 1 H).

Keywords


Tanah lunak, Ditribusi tegangan dalam tanah, beban merata lajur

Full Text:

PDF

References


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2017). Dasar Dasar Perencanaan Geometrik Ruas Jalan. Bandung: BPSDM.

Algin, H. M, (2007), Practical formula for dimensioning a rectangular footing, Engineering Structures, 29 (1) : 1128–1134.

Bowles, J.E., (1977), “Foundation Analysis and Design”, McGraw-Hill Kogakusha, Tokyo, Japan.

Budhu, M., (2010), “Soil Mechanics and Foundations”, 3rd Edition, John Wiley & Sons Inc., Hoboken

Coduto, D.P., (1994), “Foundation Design Principles and Practices”, Prentice-Hall Inc, New Jersey.

Conniff, D E & Kiousis, P. D., (2007), “Elastoplastic medium for founda-tion settlements and mono-tonic soil structure interaction under combined loadings”, International Journal for Numerical and Analytical Methods in Geo-mechanics, 31 (1): 789 807.

Das, B. M., (1985). Advanced Soil Mechanics.Singapore : Mc Graw Hill.

Duncan, J. M. and Buchignani, A. L. (1976), An engineering manual for settlement studies, University of California at Berkeley, Berkeley, California.

Bangun Rekaprima Vol.07/2/Oktober/2021 33

George F. Sowers, (1979), Introductory Soil Mechanics and Foundations. Macmillan Publishers Limited

Hardiyatmo, H. C., (1994), “Mekanika Tanah II”, Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Soetjiono, C., (2008), “Perbaikan Tanah untuk Penerapan Teknologi Konstruksi di Atas Tanah Lunak”, Bandung.

Terzaghi, K., (1943), “Theoritical Soil Mechanics, John Wiley & Sons, inc, New York.

Terzaghi, K and Peck R.B., (1967), Soil Mechanics in Engineering Prac-tice, John Willey, New York.

Zhu Fu, Wanxi Zhang,Weizhi Dong and Mingzhi Sun, (2017), “A new calculation method for the bearing capacity of soft soil foundation”, Advances in Me-chanical Engineering 2017, Vol. 9(10) 1–7.




DOI: http://dx.doi.org/10.32497/bangunrekaprima.v7i2.2994

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 View My Stats