ANALISIS PERILAKU MEKANIS BATU BATA MENGGUNAKAN AMPAS TEH

Bambang Purnijanto, Wardana Galih Pamungkas, Muhammad Latif

Abstract


Aktifitas dan perilaku masyarakat dapat menghasilkan limbah yang akan semakin lama bisa menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Dari permasalahan ini perlu dipikirkan solusi untuk memanfaatkan limbah tersebut supaya mempunyai nilai yang berguna. Salah satu limbah yang dihasilkan dari kegiatan masyarakat adalah ampas teh. Batu bata merah merupakan bahan material yang paling banyak dipakai sebagai dinding rumah. Batu bata merah digunakan sebagai alternatif utama karena tahan terhadap pengaruh perubahan cuaca dan tahan terhadap api. Batu bata merah biasanya dalam proses pembuatannya dengan cara tradisional dan cetak pabrikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas teh terhadap sifat mekanis batu bata merah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji batu bata merah berupa kubus berukuran 5cm x 5cm x 5cm. Tanah lempung untuk membuat benda uji diambil dari bantaran sungai Penggaron. Bahan tambahan ampas teh berupa serbuk basah. Benda uji dengan prosentase ampas teh 10%, 15%, dan 20%. Setiap variasi penambahan berjumlah 10 benda uji yang berbeda. Hasil pengujian pada bata normal nilai kuat tekan sebesar 51,16 kg/cm2, pada penambahan ampas teh 10% nilai kuat tekan sebesar 49,81 kg/cm2, pada penambahan ampas teh 15% nilai kuat tekan sebesar 54,41 kg/cm2 dan pada penambahan ampas teh 20% nilai kuat tekan sebesar 51,86 kg/cm2.

Keywords


Ampas teh, kuat tekan, batu bata merah.

Full Text:

PDF

References


DPU. (1989). Spesifikasi Agregat sebagai Bahan Bangunan. SK SNI S-04-1989. Bandung: Yayasan LPMB.

Miftakul Huda, (2012). Pengaruh Temperatur Pembakaran dan Penambahan Abu Terhadap Kualitas Batu Bata”, Malang: Universitas Islam Negeri Maliki.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. (1982). Persyaratan umum bahan bangunan di Indonesia. Bandung: Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.

Karimah, Rofikatul. (2010). Potensi Lumpur Lapindo Sebagai Bahan Baku Tambahan Pembuatan Batu Bata. Jurnal Gamma. No 2 2010): Maret. Semarang: Unissula

Badan Standar Nasional. (1978). Standarisasi Ukuran Batu Bata Merah. SII-0021-78. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Suwardono. (2002). Mengenal Pembuatan Batu Bata Genteng dan Genteng Berglasir. Bandung: Yrama Widia.

Wesley. (1977). Mekanika Tanah. Jakarta: Badan Penerbit Pekerjaan Umum.

Wikipedia, November 2015). Lempung Terbentuk dari Proses Pelapukan Batuan Silika oleh Asam Karbonat dan Sebagian Dihasilkan dari Aktifitas Panas Bumi.




DOI: http://dx.doi.org/10.32497/bangunrekaprima.v7i1,%20April.2586

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats