PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN BEGEL/SENGKANG PRAKTIS DARI BAHAN LIMBAH BAGI MASYARAKAT PANTI PELAYANAN SOSIAL PGOT MARDI UTOMO SEMARANG

Authors

  • Triwardaya Triwardaya Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
  • Tjokro Hadi Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
  • Arief Subakti Ariyanto Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
  • Junaidi Junaidi Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
  • Puji Wahyumi Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
  • Supriyadi Supriyadi Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
  • Wasino Wasino Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
  • Yustinus Eka Wiyana Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
  • Basuki Setiyo Budi Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.32497/bangunrekaprima.v6i1.1932

Keywords:

Pembuatan begel, pelatihan, rehabilitasi sosial

Abstract

Alat Penekuk begel adalah alat untuk membengkokkan besi tulangan dalam berbagai macam sudut sesuai dengan perencanaan. Cara kerja alat ini adalah besi yang akan dibengkokkan dimasukkan di antara lubang tekan dan poros pembengkok kemudian diatur sudutnya sesuai dengan sudut bengkok yang diinginkan dan panjang pembengkokkannya. Berkembangnya PGOT (pengemis, gelandangan dan orang terlantar) diduga akan berdampak memberi peluang munculnya gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat, yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas sehingga pembangunan akan terhambat. Panti PGOT Mardi Utomo Semarang adalah Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah yang memiliki tugas pokok dalam melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional di bidang pelayanan dan rehabilitasi sosial. Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk mendeskripsikan peran pekerja sosial dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat di Panti PGOT Mardi Utomo serta faktor pendukung dan menemukan solusi yang menghambat pelaksanaan rehabilitasi sosial. Toko Besi AMAN yang beralamat di Jalan Setiabudi Banyumanik merupakan toko yang menyediakan bahan dan peralatan pelatihan. Selama ini tenaga terampilnya diperoleh dari luar Semarang sehingga tidak efisien untuk pengusaha itu sendiri, karena harus menyediakan penginapan untuk tenaga kerjanya. Jika masyarakat di Panti PGOT Mardi Utomo Semarang bisa banyak tenaga terampil pertukangan, maka pemilik Toko Besi AMAN mudah mendapatkan tenaga kerja dari Semarang.

Author Biographies

Triwardaya Triwardaya, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Tjokro Hadi, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Arief Subakti Ariyanto, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Junaidi Junaidi, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Puji Wahyumi, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Supriyadi Supriyadi, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Wasino Wasino, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Yustinus Eka Wiyana, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Basuki Setiyo Budi, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

References

Hadi, Tjokro. dkk. 2018. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan. Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora. Semarang: Politeknik Negeri Semarang.

Kumaseh, Febrianti., S. Wallah., R. Pandaleke. 2015. Pengaruh Jarak Sengkang Terhadap Kapasitas Beban Aksial Maksimum Kolom Beton Berpenampang Lingkaran Dan Segi Empat. Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.9 September 2015 (644-650) ISSN: 2337-6732. Fakultas Teknik, Jurusan Sipil. Manado: Universitas Sam Ratulangi Manado.

Downloads

Published

2020-04-01

Issue

Section

Articles