Peningkatan Produktivitas Kerja Melalui Penerapan Program K3 Di Lingkungan Konstruksi

Nur Aini Faridah Rahmawati, Martono Martono, Sugiharto Sugiharto, Karnawan Joko Setyono, Parhadi Parhadi

Abstract


Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu bentuk upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat serta untuk mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja. Faktor utama yang menjadi tulang punggung suatu pekerjaan adalah manusia, dalam hal ini adalah para pekerja. Dengan adanya penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk mengubah pola pikir para pekerja dan membangkitkan kesadaran dari dalam diri para pekerja bahwa pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Maka dari itu mengingat bahwa adanya bahaya potensi risiko kerja di bidang jasa konstruksi maka masyarakat supaya untuk senantiasa menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan berpotensi untuk meningkatkan Produktivitas kerja bagi para pekerja. Penerapan program K3 yang di lakukan oleh PT. Sinar Cerah Sempurna Semarang dalam pembangunan gedung penunjang pelayanan RSUP Dr.Kariadi antara lain dimulai dari Project Safety Review, Safety Inspection, Pemasangan rambu-rambu proyek, Safety morning, Kelengkapan Alat Pelindung Diri, Pemasangan Safety Nett, Pemasangan Safety Line, Pemasangan lampu penerangan hingga Kebersihan Area proyek. Kegiatan Penerapan Program K3 ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas bagi para pekerja dibidang konstruksi.

Keywords


keselamatan dan kesehatan kerja (k3), program k3, produktivitas kerja

Full Text:

PDF

References


……….. 2015. American Society of Safety Engineers. History. Retrieved September 8 , 2015, from The American Society of Safety Engineers.

Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM Departemen Pekerjaan Umum. 2007. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Jakarta: Departemen PU.

Charless A.W. 1999. Kajian Kelengkapan dan Keselamatan Kerja Pada pekerja Kontruksi di Indonesia. LA Satriawan-2009-ejournal eajy ac.id

Ervianto, Wulfram I. 2005. Manajemen Proyek Konstruksi. Yogyakarta: Andi Offset.

Handoko, Dwi. 2014. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Bangunan Pekerjaan Gedung dan Penataan Ruang. Jurnal Konstruksia. Volume 5 Nomor 2 Agustus 2014. Jakarta: Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Heinrich, H.W., 1931. Industrial accident prevention. New York: Mc Graw hill book company.

International Labour Organization. 1998. Improving working conditions and productivity in the garment industry: Practical ideasfor owners and managers of small and medium-sized enterprises. Geneva: International Labour Office.

Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012. Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Ramlan, Djamaluddin. 2006. Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan kerja Jilid I, Purwokerto: Universitas Soedirman.

Ramli, S. 2010. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, OHSAS 18001. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat.

Siregar. 2005. Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja :1. Malang: UIN Malang.

Sulaksmono, M. 1997. Manajemen Keselamatan Kerja. Surabaya: Penerbit Pustaka.

Suma'mur, P.K. 1989. Ergonomi untuk Produktivitas Kerja. Jakarta: CV. Haji Mas Agung.

Taugeha, Winda Purnama. 2018. Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek Konstruksi. Jurnal Teknik Sipil Vol 6. No 11.




DOI: http://dx.doi.org/10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1404

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jumlah Pengunjung