Meningkatkan Karakteristik Marshall Dengan Menambah Serbuk Ban Bekas Ke Dalam Campuran Laston AC-WC

Radiks Gilang Maulana, Zaaim Arrofif, Warsiti Warsiti, Kusdiyono Kusdiyono, Risman Risman

Abstract


Konstruksi perkerasan perkerasan lentur (flexible pavement) secara garis besar terdiri dari tiga lapis yaitu sub base course, base course dan surface course. Salah satu bahan surface course berupa laston AC-WC. Bahan campuran konstruksi perkerasan laston AC-WC. akan menentukan karakteristik campuran tersebut. Karakteristik campuran perkerasan meliputi Kepadatan (Density), Rongga Pada Mineral Agregat (VMA) , Rongga Terisi Aspal (VFA) , Rongga Dalam Campuran (VIM) , Rongga Dalam Campuran Kondisi Membal (Refusal VIM) , Stabilitas Marshall (MS) , Stabilitas Marshall Sisa (IRS) , Kelelehan Marshall (Flow). Penambahan bahan tambah seperti serbuk ban bekas ke dalam campuran aspal dapat menjadi alternatif bahan tambah guna meningkatkan kualitas dan keawetannya dan daya tahan yang lebih baik terhadap suhu tinggi, dibandingkan dengan aspal tanpa penambahan bahan tambah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan serbuk ban karet bekas terhadap nilai karakteristik Marshall campuran Laston AC-WC dan membandingkan hasil parameter Marshall campuran Laston AC-WC standar dengan yang ditambahkan serbuk ban Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAO yang dipakai (6.0%) yang berpengaruh pada nilai Density maksimum 2.376 𝑔𝑟/𝑐𝑐 dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4%, VMA maksimum 5.186% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4%, , VFA maksimum 72.510% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4% , VIM minimum 4.22% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4% , VIM Refusal density minimum 4.231% dengan prosentase serbuk ban sebesar 6,2%, Stabilitas Marshall (MS) maksimum 1008.86 kg dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.5% , Stabilitas Marshall Sisa (IRS) maksimum 671.813 kg dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.1% , Nilai Kelelehan Marshall ( Flow ) maksimum 3.40 𝑚𝑚 dengan prosentase serbuk ban sebesar 6,9% , dan Marshall Quotient ( MQ ) maksimum sebesar 309.26 𝑔𝑟/𝑚𝑚 dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.1% . Dalam perhitungan penambahan serbuk ban optimum dari 9 parameter marshall yang digunakan, dari berbagai parameter marshall yang sudah dianalisis diperoleh hasil kadar penambahan serbuk ban terendah yaitu pada persentase 4.1% dan sedangkan persentase penambahan serbuk ban pada kondisi tertinggi (optimum) diperoleh hasil yaitu 7.4%.

Keywords


Laston AC-WC, Parameter Marshall, Serbuk Ban Bekas

Full Text:

PDF

References


Faisal, Shaleh Sofyan M, Isya M. 2014. Karakteristik Marshall Campuran Aspal Beton AC-BC Menggnakan Material Agregat Basalt dengan Aspal Pen. 60/70 dan Tambahan Parutan Ban Dalam Bekas Kendaraan Roda 4. Jurnal Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala. Vol. 3, No. 3 : 38-48.

Kennedy, T.W. 2000. Characterization of Asphalt Pavement Material Using The Indirect Tensile Strenngth, Proceeding Association of Asphalt Paving Technology, Volume 46, Page 132-150, San Antonio, Texas, USA.

Kurniati, Nelly, 2004, Karakteristik Campuran Beton Aspal dengan Substitusi Ban Bekas Sebagai Agregat, Tesis Magister. Program Studi Teknik Sipil Bidang Rekayasa Transportasi, Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Silvia Sukirman. 2003. Campuran Beraspal Panas. Bandung: Penerbit Granit.




DOI: http://dx.doi.org/10.32497/bangunrekaprima.v4i2,%20Oktober.1197

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats