PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN PERSEPSI KEMAMPUAN (ILLUSION OF CONTROL) TERHADAP KECENDERUNGAN BERMAIN JUDI PADA MAHASISWA: ANALISIS DENGAN METODE SOUTH OAKS GAMBLING SCREEN (SOGS)
Keywords:
literasi keuangan, illusion of control, kecenderungan berjudi, mahasiswa, SOGS, fenomenologi.Abstract
Perjudian telah menjadi fenomena sosial yang semakin marak, terutama dengan kemudahan akses ke
platform judi online. Meskipun beberapa individu melihat perjudian sebagai bentuk hiburan atau cara cepat
mendapatkan keuntungan finansial, aktivitas ini sering kali berujung pada kesulitan ekonomi dan gangguan
sosial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keterlibatan seseorang dalam perjudian adalah literasi
keuangan. Literasi keuangan mencakup pemahaman individu dalam mengelola keuangan, membuat
keputusan finansial yang bijak, serta menyadari risiko dari aktivitas berisiko tinggi seperti perjudian. Selain
literasi keuangan, faktor psikologis juga memainkan peran penting dalam kecenderungan seseorang untuk
berjudi. Salah satu bias kognitif yang sering ditemukan dalam perilaku perjudian adalah persepsi
kemampuan (Illusion of Control), yaitu keyakinan bahwa seseorang dapat memengaruhi hasil permainan
yang sebenarnya acak. Dalam judi online, ilusi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti penggunaan strategi yang tidak berdampak nyata, keyakinan terhadap pola kemenangan yang tidak ada, serta efek
"hampir menang" yang mendorong pemain untuk terus bermain.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan persepsi kemampuan (illusion
of control) terhadap kecenderungan bermain judi pada mahasiswa dengan menggunakan instrumen South
Oaks Gambling Screen (SOGS). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologi untuk
menggali pengalaman subjektif, persepsi, serta pola perilaku mahasiswa terkait perjudian. Sebanyak 67
responden berpartisipasi dalam pengisian kuesioner, dan sebagian dipilih sebagai informan untuk
wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22% responden memiliki kecenderungan
berjudi tinggi dan 18% berada pada kategori sedang. Mahasiswa dengan literasi keuangan tinggi cenderung
mampu mengelola keuangan dengan baik, memahami risiko, serta menolak perilaku spekulatif seperti
perjudian. Sebaliknya, mahasiswa dengan literasi keuangan rendah lebih rentan terlibat judi untuk mengejar
kepuasan instan. Persepsi kemampuan (illusion of control) muncul kuat pada responden dengan
kecenderungan tinggi, ditandai keyakinan berlebihan bahwa mereka memiliki strategi atau intuisi khusus
untuk menang, meskipun hasil perjudian bersifat acak. Temuan ini mengindikasikan bahwa literasi
keuangan berperan sebagai faktor protektif, sedangkan illusion of control menjadi faktor pendorong
perilaku berjudi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi literasi keuangan dan intervensi khusus
untuk mengurangi risiko perjudian pada mahasiswa.
References
Abarbanel, B., Gainsbury, S. M., King, D. L., Hing, N., & Delfabbro, P. (2018).
Gambling games on social platforms: How do advertisements for social casino
games target young adults? Policy & Internet, 10(1), 82-102.
Addiyansyah, Wahfidz & Rofi’ah. (2023). Kecanduan Judi Online Di Kalangan
Remaja Desa Cilebut Barat Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.
MANIFESTO: Jurnal Gagasan Komunikasi, Politik, dan Budaya. Vol. 1, No. 1
Arrafif, A.I. & Wiguna, F.A. (2023). Phenomenological Analysis Of The Rising
Online Gambling Among Students in Kediri. Journal Sosiologi Pendidikan
Humanis. Volume 08, No. 1
Calado, F., & Griffiths, M. D. (2016). Problem gambling worldwide: An update and
systematic review of empirical research (2000–2015). Journal of Behavioral
Addictions, 5(4), 592-613.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five
approaches (3rd ed.). SAGE.
Delfabbro, P., King, D., & Derevensky, J. (2020). Adolescent gambling and problem
gambling: A road well-travelled or still under construction? International
Journal of Mental Health and Addiction, 18(3), 1-25.
Fanani, A.F. & Tritasyah, R.P. (2023). Maraknya Judi Online Di Kalangan Anak
Muda : Faktor Dan Dampaknya. https://www.researchgate.net.
Financial Services Authority (OJK). (2021). Survei Nasional Literasi dan Inklusi
Keuangan 2021. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
Gainsbury, S. M., Russell, A., Hing, N., Wood, R. T., Lubman, D., & Blaszczynski, A.
(2015). The impact of internet gambling on gambling problems: A comparison
of moderate-risk and problem internet gamblers. Psychology of Addictive
Behaviors, 29(2), 564-575.
Guest, G., Bunce, A., & Johnson, L. (2006). How many interviews are enough? An
experiment with data saturation and variability. Field Methods, 18(1), 59–82.
Huberman, A. M., & Miles, M. B. (1994). Qualitative data analysis: An expanded
sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Lesieur, H. R & Blume, S.B. (1992) Revising the South Oaks Gambling Screen in
Different Settings. Journal of Gambling Studies. 9, 213-223
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The Economic Importance of Financial
Literacy: Theory and Evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5-44.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A
methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Morse, J. M. (2015). Critical analysis of strategies for determining rigor in qualitative
inquiry. Qualitative Health Research, 25(9), 1212–1222.
Subagyo, A.A.M. & Astuti, Laras. (2022). Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa
Melakukan Perjudian Online. Indonesian Journal of Criminal Law and
Criminology. Volume. 3, Issue. 3.
Wang, C. C., Lee, H. K., & Stodghill, S. P. (2021). Financial literacy and gambling
disorder: Understanding the link between money management and problem
gambling. Journal of Gambling Studies, 37(2), 313-331.
Wikipedia. Gacha game. Diakses 22 November 2025 dari en.wikipedia.org
Wood, R. T., & Williams, R. J. (2011). A comparative profile of the internet gambler:
Demographic characteristics, game-play patterns, and problem gambling
status. New Media & Society, 13(7), 1123-1141.



