PENERAPAN TEKNOLOGI BETON POROUS PRECAST UNTUK PERKERASAN JALAN PEJALAN KAKI SEBAGAI FUNGSI RESAPAN DI WILAYAH RW 02 KELURAHAN NGADIRGO KECAMATAN MIJEN
Keywords:
beton porous, daerah resapan, perkerasan jalan, pengabdian masyarakat, konservasi airAbstract
Perkembangan kawasan Kota Semarang, khususnya di Kecamatan Mijen dan Kelurahan Ngadirgo, menyebabkan
terjadinya perubahan fungsi lahan dari daerah resapan menjadi kawasan permukiman dan infrastruktur. Perubahan
ini berdampak pada berkurangnya kemampuan tanah dalam menyerap air hujan, meningkatnya limpasan
permukaan, dan munculnya genangan di lingkungan permukiman. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri
Semarang berperan aktif dalam menjawab tantangan ini melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan
tema “Penerapan Teknologi Beton Porous Precast untuk Perkerasan Jalan Pejalan Kaki sebagai Fungsi
Resapan”. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dalam transfer pengetahuan kepada masyarakat
mengenai konsep, fabrikasi, dan penerapan beton berpori sesuai spesifikasi SKH-1514 Dirjen Bina Marga. Beton
porous precast dipilih karena kemampuannya untuk menahan beban lalu lintas ringan sekaligus memungkinkan
air hujan meresap ke dalam tanah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi masyarakat,
terutama para tukang, dalam memproduksi beton berpori serta kesadaran akan pentingnya konstruksi
berkelanjutan di kawasan resapan. Program ini memperlihatkan peran nyata pendidikan vokasi dalam mendukung
kebijakan konservasi air dan pembangunan berwawasan lingkungan.
References
Beltran, A., & Villalba, S. (2021). Mixing design for fiberglass permeable concrete:
Behavior of glass fiber porous concrete. Our Knowledge Publishing.
Ernawi, I. S. (2022, December 30). Talk show Public Corner Metro TV [Television
broadcast]. Metro TV.
Hanafiah, S., Ferdinand, N., Muliawan, S., & Rachmah, M. F. (2020). The effect of A/C
variation on compressive strength, permeability, and porosity of pervious concrete.
International Journal of Scientific & Technology Research, 9(6), 866–871.
Ginting, A. (2015). Kuat tekan dan porositas beton porous dengan bahan pengisi
styrofoam. Jurnal Teknik Sipil, 11(2), 76–168.
Ginting, A., & Suyono. (2022). Penggunaan batu blondos untuk beton porous. Jurnal
Teknik Sipil, 18(1), 62–74. https://doi.org/10.28932/jts.v18i1.3983
Mahalingam, R., & Mahalingam, S. V. (2016). Analysis of pervious concrete properties.
Građevinar Journal, 68(6), 493–501. https://doi.org/10.14256/JCE.1434.2015
Marga, D. J. (2022). Perkerasan beton porous (Porous concrete). Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat.
Nur, N. K., et al. (2021). Perancangan perkerasan jalan. Yayasan Kita Menulis.
Neamitha, M., & Supraja, T. (2017). Influence of water-cement ratio and the size of
aggregate on the properties of pervious concrete. International Refereed Journal of
Engineering and Science, 6(4), 9–16.
Prihandono, A. (2010). Penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) menurut UU No. 26/2007
tentang penataan ruang dan fenomena kebijakan penyediaan RTH di daerah. Jurnal
Pemukiman, 13.
Sonebi, M., Bassuoni, M. T., & Yahia, A. (2016). Pervious concrete: Mix design,
properties, and applications. RILEM Technical Letters, 1, 109–115.
https://doi.org/10.21809/rilemtechlett.2016.24
SKh 1.5-14. (2022). Spesifikasi khusus perkerasan beton porous (Porous concrete).
Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR.
SNI 2847:2019. (2019). Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Badan
Standardisasi Nasional.



