PENGARUH WAKTU KONTAK PADA PENJERNIHAN MINYAK PELUMAS BEKAS MENGGUNAKAN METODE ADSORBSI DENGAN KOMBINASI ACID, CLAY, DAN ALKYLBENZENESULFONATE
Keywords:
adsorbsi, alkylbenzenesulfonate, clay, pelumas, waktu.Abstract
Minyak pelumas bekas biasanya ditampung di dalam drum di bengkel mobil. Limbah akan mencemari lingkungan jika tidak diolah dan dibuang begitu saja. Untuk mencapai hal ini, minyak pelumas bekas harus diproses. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana variasi waktu kontak terhadap proses adsorbsi. Sebanyak 1000 mL minyak pelumas bekas diproses dengan 50 gram asam alkilbenzenesulfonat murni dan 100 mL H2SO4 2 M. Kemudian diaduk selama 30 menit pada kecepatan 450 rpm. Selanjutnya, diadsorbsi dengan 400 gram kapur yang telah disiapkan sebelumnya, dengan waktu kontak masing-masing 30, 45, 60, 75, dan 90 menit. Setelah itu, hasil pengolahan diperiksa menggunakan parameter viskositas kinematik (ASTM D 445–15a), densitas (ASTM D 1298–12b), dan warna (visual). Dengan nilai viskositas kinematik 9,617 mm2/s, densitas 0,8607 g/mL, dan warna hijau kehitaman pada produk, dengan variasi waktu kontak terbaik adalah 90 menit.
References
Alpha Gaya Bhakti Pertiwi. December 20, 2017. http://www.agbp.co.id/
Avilino Sequeira, Jr. (1994). Lubricant Base Oil and Wax Processing. New York: Marcel
Dekker, Inc.
Awaja, F., & Pavel, D. (2006). Design Aspects Of Used Lubricating Oil Re-Refining.
Amsterdam: Elsevier
Bintoro. (2013). Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan. Jakarta: Kementerian Pendidikan &
Kebudayaan Republik Indonesia.
Chi, C.W., Cummings, W.P., Grace, W.R. & Co. (1978). Adsorptive Separation, Gases. Kirk-
Othmer Encyclopedia of Chemical Technology: John Wiley & Sons, Inc.
Dorinson, A., & Ludema, K.C. (1985). Mechanics and Chemistry in Lubrication. New York:
ELSEVIER.
Guthrie, V.B. (1960). Petroleum Products Handbook. New York: McGraw-Hill Book
Company.
Hardjono, A. (2007). Teknologi Minyak Bumi. Yogyakarta: Gadjah Mada University.
Indiamart. January 7, 2018. https://www.indiamart.com/vintrade-limited/
Lianna, J., Karyati, Y., & Santosa, H. (2012). Penjernihan Minyak Pelemus Bekas dengan
Metode Penjerapan Suatu Usaha Pemanfaatan Kembali Minyak Pelumas Bekas
Sebagai Base Oil. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.
Mara, M.I., & Kurniawan, A. (2015). Analisa Pemurnian Minyak Pelumas Bekas dengan
Metode Acid and Clay. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Mataram.
Morin, J., & Pelletier, J.M. (2013). Density Functional Theory. New York: Nova Publishers.
Oscik, J. (1992). Adsorbsion. England: Ellis Horwood Itd.
Pertamina. (1991). Pelumas Produksi Pertamina. Jakarta: Pertamina
Petder. (2012). Selection of the Most Appropriate Technology for Waste Mineral Oil Refining
Project Technical Research Report. Direct Operation Support Program of Istanbul
Development Agency.
Pratiwi, Y. (2013). Pengolahan Minyak Pelumas Bekas Menggunakan Metode Acid Clay
Treatment. Jurusan Teknik Sipil, Universitas Tanjungpura.
Rudnick, L.R. (2003). Lubricant Additives Chemistry and Applications. New York: Marcel
Dekker, Inc.
Rusmini., Maharani., Kartika., & Dina. (2011). Adsorbsi pengotor solar produksi tradisional
Bojonegoro dengan variasi ukuran dan massa clay. Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas
Negeri Surabaya.
Sila., Wijaya, A., Marsani., Triatmoko, A., & Manto. (2017, November 9). Wawancara pribadi.
Speight, J.G., & Exall, D.I. (2014). Refining Used Lubricating Oils. New York: CRC Press.



