Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Menggunakan Biopori dalam Program Semarang Bersih di Lingkungan Masyarakat Kampus USM

Authors

  • Safrinal Sofaniadi Universitas Semarang
  • Anik Kustirini Universitas Semarang
  • Galih Widyarini Semarang University
  • Diah Rahmawati Universitas Semarang

DOI:

https://doi.org/10.32497/sitechmas.v7i1.6820

Keywords:

Biopori, Pupuk Kompos, Sampah Organik

Abstract

Volume sampah meningkat seiring dengan kemajuan suatu daerah yang berakibat jumlah laju produksi sampah sering tidak sebanding dengan proses penangananya. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan serta perilaku masyarakat. Permasalahan sampah bukan lagi hanya masalah kebersihan lingkungan saja, tetapi menjadi masalah sosial yang dapat menimbulkan konflik seperti di Kelurahan Tlogosari Kulon Semarang. Salah satu penyelesaianya adalah dengan pembuatan lubang biopori. Manfaat biopori selain untuk resapan air juga sebagai tempat untuk menjadikan sampah organik menjadi pupuk, dengan demikian jumlah sampah oragnik yang ada dapat dikurangi dengan kegiatan ini. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum dapat membuat biopori dan pupuk kompos dari sampah organik. Oleh karena itu, kegiatan ini mendorong pemahaman masyarakat dan budaya pengolahan sampah yang tepat guna untuk menjaga kelestarian lingkungan khususnya di wilayah Kelurahan Tlogosari Kulon.  Hasil dari kegiatan pembuatan biopori tersebut adalah masyarakat merasa terbantukan dalam mengolah sampah organik serta mendapatkan manfaat dari pengolahan sampah tersebut.

Author Biographies

Safrinal Sofaniadi, Universitas Semarang

Civil Engineering

Anik Kustirini, Universitas Semarang

Civil Engineering

Galih Widyarini, Semarang University

Civil Engineering

Diah Rahmawati, Universitas Semarang

Civil Engineering

References

Elsie, E., Harahap, I., Herlina, N., Badrun, Y. and Gesriantuti, N. (2017). Pembuatan Lubang Resapan Biopori Sebagai Alternatif Penanggulangan Banjir Di Kelurahan Maharatu Kecamatan. Jurnal Pengabdian Padamu Untuk Mu Negeri, Vol. 1(2): 93-97.

Karuniastuti, N. (2014). Teknologi Biopori Untuk Mengurangi Banjir Dan Tumpukan Sampah Organik. Jurnal Forum Teknologi, Vol. 04(2): 64.

Peraturan Menteri Kehutanan. (2008) Nomor P.70/MenhutII/2008 Tentang Pedoman Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Jakarta.

Peraturan Menteri LHK Nomor P.10/MENLHK/SETJEN/PLB.0/4/2018 tentang Pedoman Penyusunan Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah sejenis Sampah Rumah Tangga.

Sekarningrum, B., Suprayogi, Y., & Yunita, D. 2020. Penerapan Model Pengelolaan Sampah "Podjok Kangpisman". Jurnal Kumawula, 3(3) : 548 - 560.

UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah.

Yohana, C., Griandini, D., & Muzambeq, S. (2017). Penerapan Pembuatan Teknik Lubang Biopori Resapan Sebagai Upaya Pengendalian Banjir. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM), 1(2), 296–308.

Downloads

Published

2026-04-30